Bacalah, dan dunia terbuka kepadamu…. (Wacana Bahasa Pengantar Pendidikan Tinggi di Indonesia)

7 Feb 2009

Nabi Muhammad pernah menyuruh sejumlah sahabat untuk mempelajari bahasa non Arab sebagai media dakwah dan pengetahuan dan mengejar pengetahuan walaupun sampai ke negeri China. Al Qur’an juga menyatakan bahwa Tuhan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu di antara manusia. Dan umat Islam disuruh membaca sebagai ayat pertama Al Qur’an sebagai jendela untuk mengenal kehidupan ini. Dan syarat utama membaca adalah mengerti bahasa. Para tabiin di era awal Islam banyak yang ahli bahasa Yunani (bahasa sains kala itu) dan banyak menerjemahkan buku - buku berbahasa Yunani dan menyumbang era keemasan Islam di awal perkembangannya.

Selama ini saya perhatikan sebenarnya kualitas berbahasa Inggris orang Indonesia yang ada di luar negeri kebanyakan lebih baik dari orang Malaysia, India, negara - negara Afrika dan Filipina, terutama dari segi adaptasi logat dan kefasihan, cuma dari segi kepercayaan diri berkomunikasi kita kurang.

Saya perhatikan negeri - negeri Afrika banyak yang telah menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di perguruan tinggi di negeri mereka. Hal ini memudahkan adaptasi mereka di Eropa. Bahkan untuk tingkat SMU/SMA beberapa negara Afrika memakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Kalau India dan Malaysia sudah dari dulu menerapkannya.

Andai saja pendidikan tinggi di Indonesia (untuk level setelah SMU) menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar mulai tahun 2014, daya saing dunia pendidikan Indonesia akan meningkat. Program ini dapat dimulai dari 5 besar perguruan tinggi negeri dan 5 besar perguruan tinggi swasta di Indonesia secara bertahap mulai 2014. Keuntungannya antara lain:

1. Memperluas kesempatan kerja banyak sarjana Indonesia di luar negeri (di era globalisasi dan terbatasnya kesempatan kerja di dalam negeri, hal ini baik bagi semua pihak, yaitu TKI, pekerja di dalam negeri, dan pemerintah RI).

2. Memperluas kesempatan mahasiswa Indonesia memperoleh beasiswa ke luar negeri

3. Meningkatkan motivasi dan pemahaman para siswa SD, SMP dan SMU/SMK dalam mempelajari bahasa Inggris

4. Membantu meningkatkan mutu dosen Indonesia, merangsang berkompetisi secara global melalui dan seleksi alami terhadap mutu dosen lokal. Dengan terbiasanya komunikasi memakai bahasa Inggris di dunia akademik maka hambatan bahasa dalam penulisan paper - paper ilmiah agak berkurang

5. Secara umum adalah meningkatkan daya saing SDM Indonesia terutama di era globalisasi ini.

Kita ingin negeri ini punya banyak pahlawan devisa terdidik di luar negeri seperti India, sehingga bakat - bakat terbaik Indonesia bisa berkembang di tempat yang sesuai dan menerima kompensasi yang kompetitif. Dengan rasa kekeluargaan bangsa Asia yang tinggi, hal ini baik dalam jangka panjang terhadap Indonesia.

Bagaimana tanggapan teman - teman? Jangan kalah sama India dan Filipina hanya karena faktor bahasa

Wageningen, 07 February 2009


TAGS


-

Author

Follow Me