Kalau Ada Dijual Tahun Bekas Gua Beli Deh

1 Jan 2009

Dum dum dum, tuiiiinggggg, kembang api terdengar dari kamarku di lantai 19 apartemenku di Wageningen ini. Dari kamar bisa memandang sebagian besar kota. Entah kenapa, 3 tahun belakangan ini suasana tahun baru tidak terasa istimewa bagiku. Tahun hanyalah menandakan sebuah siklus sekaligus perjalanan maju. Tak terasa diri semakin tua. Sedih rasanya. Terus terang saja, jika waktu dapat diputar kembali, impianku adalah kembali ke masa - masa TK dan SD dahulu, masa- masa paling bahagia (bukan masa SMA).

Jam 8.27 malam sebelum tahun baru, temanku mengajak ikut acara makan makan orang Indonesia di lantai 9. Akhirnya ada juga perayaan tahun baru kali ini di apartemen kami di Bornsesteeg, Wageningen. Menunya pas sekali dengan menu kesukaan saya, udang for sure. Acara diisi main kartu, dan acara mendengarkan lagu nostalgia by request masing masing orang. Baru kali ini kami melihat kembang api tahun baru di Eropa. Untuk mengenang momen pada peristiwa ini, kami berfoto bersama.

Jam, detik, tanggal, bulan, tahun, dan abad, mereka hanya angka angka tanpa makna. Kitalah yang memberi makna pada suatu peristiwa. Makna dari peristiwa itulah yang menyebabkan sebuah waktu terasa istimewa. Momennya, bukan angkanya. It is the moment, not the number. Ada sesuatu yang dikenang. Contohnya, jika anda pergi ke Pantai Kuta Bali untuk bulan madu dibandingkan dengan perjalanan dinas, nilai kenangannya tentu berbeda.

Waktu adalah komoditas yang kita pertukarkan dengan apapun di dunia ini, dan sayangnya tidak bisa kita beli bekasnya.

Waktu itu kita tukarkan untuk:

Bekerja/Beraktivitas/Beribadah

Istirahat

Beramal untuk Dunia ataupun Akhirat

Apapun yang dilakukan sebenarnya adalah bagaimana kita menukar jatah waktu kita. Kita bekerja dengan orang lain berarti menjual waktu kita kepada orang tersebut dan orang tersebut menggantinya dengan sejumlah uang untuk waktu yang ditukarkan. Jika kita tidak bekerja, waktu itu bisa kita gunakan untuk aktivitas lain.

Keberkahan waktu adalah rahmat Tuhan yang sangat kita harapkan. Jika anda memiliki waktu 2 bulan yang diisi dengan berbagai pengalaman yang membawa wawasan baru dibandingkan dengan 2 bulan yang dihabiskan dengan santai santai di rumah tentu berbeda nilainya. Lima detik dengan perbuatan ikhlas tentu lebih berharga daripada 5 tahun berlalu dalam hidup ini. Pengalaman kerja 2 tahun di mana anda belajar banyak hal berbeda dengan pengalaman kerja 2 tahun di mana anda cuma sekadar menunaikan kewajiban mengisi daftar hadir di kantor. Orang yang bekerja 4 tahun tetapi menguasai banyak keterampilan tentu berbeda dengan yang bekerja 15 tahun tetapi cuma sekadar survive di kantor. Apa yang kita peroleh selama waktu berlalulah yang membedakan.

Kita hanya bisa membeli waktu orang lain, tetapi kita tidak bisa membeli waktu kita yang hilang. Waktu orang lain yang kita beli tetap tidak bisa mengganti waktu kita yang hilang.

Jika saya boleh membeli waktu, saya pingin kembali ke masa masa TK dan SD saya dahulu. Masa belajar, bermain main dan riang gembira. Dunia ini terasa indah dan menyenangkan. Andai saja ada mesin waktu

Terus terang, manajemen waktu saya masih amburadul. Saya berharap dapat lebih disiplin tahun ini.

Ya Tuhan, berikanlah keberkahan pada waktu waktu yang kami lalui. Amiin

SELAMAT TAHUN BARU, SEMOGA TUHAN MEMBERKAHI WAKTU YANG AKAN KITA LALUI

 

Pertanyaan:

1. Jika anda diberi jatah mengulang masa lalu selama 4 tahun, masa kapan yang anda ingin ulang,

atau jika ada mesin waktu, anda ingin pergi ke tahun berapa, pingin ngapain aja, dan kenapa?

Wageningen, Gelderland, 1 Januari 2009


TAGS


-

Author

Follow Me